KOTA BIMA – Fenomena Judi Online (Judol) kini tidak hanya menjadi ancaman bagi keamanan finansial, tetapi juga telah merobek fondasi rumah tangga para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bima. Berdasarkan data terbaru, faktor ekonomi yang diperparah oleh kecanduan judi online menjadi penyebab dominan meningkatnya angka gugatan cerai di kalangan pegawai pemerintahan.
Ketergantungan pada permainan judi digital ini menciptakan “efek domino” yang menghancurkan stabilitas kehidupan keluarga. Berikut adalah poin-poin krusial yang melatarbelakangi fenomena tersebut:
-
Lilitan Utang dan Gaji yang ‘Ludes’: Banyak ASN terjebak dalam lingkaran setan pinjaman online (pinjol) untuk menutupi kekalahan judi. Akibatnya, gaji bulanan yang seharusnya untuk nafkah keluarga habis tak bersisa, memicu pertengkaran hebat di rumah tangga.
-
Pengabaian Tanggung Jawab: Kecanduan Judol membuat pelaku abai terhadap kewajiban sebagai kepala keluarga maupun pasangan, sehingga komunikasi dalam rumah tangga menjadi hancur.
-
Penurunan Kinerja Profesional: Masalah domestik ini tidak jarang merembet ke dunia kerja. Fokus yang terbelah dan beban utang membuat produktivitas sebagai pelayan publik menurun drastis.
-
Tekanan Ekonomi Global: Selain judi, faktor ekonomi murni seperti kenaikan harga kebutuhan pokok juga menjadi pemicu, namun Judol diidentifikasi sebagai faktor katalis yang mempercepat keretakan hubungan.
Pemerintah Kota Bima kini didesak untuk memberikan perhatian khusus melalui pembinaan mental dan pengawasan disiplin yang lebih ketat. Jika dibiarkan, fenomena ini tidak hanya merusak institusi keluarga tetapi juga mencederai citra korps ASN secara keseluruhan.














