PEKANBARU – Kasus kematian tragis seorang pemuda di Pekanbaru yang diduga nekat mengakhiri hidup akibat jeratan judi online (judol) memicu reaksi keras dari kalangan legislatif. DPRD Kota Pekanbaru mendesak aparat kepolisian dan kementerian terkait untuk mengambil langkah ekstrem dengan melakukan pemblokiran total terhadap seluruh situs judi yang masih bebas diakses masyarakat.
Tragedi yang Menjadi Peringatan Keras
Peristiwa memilukan ini menjadi potret nyata betapa destruktifnya dampak judi online bagi kesehatan mental dan stabilitas ekonomi masyarakat, terutama generasi muda. Korban diduga mengalami tekanan psikologis hebat setelah mengalami kerugian besar dan terjebak dalam masalah finansial akibat kecanduan platform perjudian digital tersebut.
“Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Ini adalah ‘alarm’ keras bagi kita semua. Judi online bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, tapi sudah menjadi mesin pembunuh yang menghancurkan masa depan anak muda kita,” ujar perwakilan DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (21/1/2026).
Desakan Tindakan Tegas: Blokir dan Tangkap Bandar
DPRD Pekanbaru menekankan bahwa upaya sosialisasi saja tidak cukup. Mereka meminta langkah konkret dari aparat penegak hukum dan pemerintah:
-
Pemblokiran Total: Meminta Kemenkomdigi (dahulu Kominfo) bekerja sama dengan Polri untuk memberantas situs dan aplikasi judi hingga ke akar-akarnya agar tidak bisa diakses menggunakan VPN sekalipun.
-
Penindakan Hukum: Mendesak Polresta Pekanbaru untuk memburu para agen atau kaki tangan bandar judi online yang beroperasi di wilayah hukum Pekanbaru.
-
Pengawasan Lingkungan: Mengajak perangkat RT/RW dan orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga yang menunjukkan tanda-tanda kecanduan gawai secara tidak wajar.
Dampak Sistemik: Dari Hutang Hingga Kriminalitas
Selain risiko bunuh diri, DPRD menyoroti bahwa judi online seringkali menjadi pemicu tindak kriminalitas lain, seperti pencurian, penggelapan, hingga pinjaman online (pinjol) ilegal. Jika tidak segera dihentikan, fenomena ini dikhawatirkan akan meningkatkan angka kemiskinan dan gangguan sosial di Kota Bertuah.
Legislator berharap tragedi ini menjadi yang terakhir, dan meminta pemerintah pusat maupun daerah memberikan perhatian khusus pada regulasi serta penegakan hukum terhadap aktivitas perjudian daring yang kian meresahkan.














