BANDAR SERI BEGAWAN/JAKARTA – Delegasi Republik Indonesia (RI) berhasil menarik perhatian dalam Simposium Internasional Bahasa Arab yang diselenggarakan di Brunei Darussalam. Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia mempresentasikan sebuah metodologi baru yang inovatif dalam pengajaran dan pembelajaran Bahasa Arab.
Simposium yang diselenggarakan oleh Universitas Brunei Darussalam ini dihadiri oleh akademisi, pakar bahasa, dan peneliti dari berbagai negara. Kehadiran Indonesia menunjukkan peran aktif negara dalam pengembangan ilmu linguistik dan pendidikan.
“Kami mempresentasikan metodologi yang kami siapkan Metode ini mengintegrasikan teknologi digital dan konteks budaya lokal Indonesia untuk membuat pembelajaran Bahasa Arab menjadi lebih efektif dan menyenangkan bagi pelajar non-Arab,” ujar Dr. Siti Nurhasanah, Ketua Delegasi RI, dalam keterangannya, Senin (24/11).
Dampak Metodologi Baru
Metodologi yang diperkenalkan ini diharapkan dapat mengatasi tantangan klasik dalam pengajaran Bahasa Arab, seperti kesulitan tata bahasa (Nahwu dan Shorof) dan ketersediaan bahan ajar yang relevan. Keunggulan utamanya adalah:
-
Pemanfaatan Aplikasi Interaktif: Penggunaan aplikasi mobile untuk latihan kosakata dan percakapan harian.
-
Konteks Nusantara: Menggunakan contoh-contoh kalimat dan situasi yang akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Para peserta simposium internasional memberikan respons positif dan mengapresiasi inovasi yang dibawa oleh delegasi Indonesia. Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan standar pengajaran Bahasa Arab di Indonesia dan menjadi rujukan bagi negara-negara Asia Tenggara lainnya.














