BULUKUMBA – Komitmen untuk menjaga integritas institusi Polri disuarakan dengan lantang oleh Kapolres Bulukumba, AKBP Andi Erma Suryono. Dalam arahan terbarunya, ia memberikan peringatan keras (warning) kepada seluruh jajaran personelnya tanpa terkecuali untuk menjauhi segala bentuk perjudian, terutama Judi Online (Judol), serta penyalahgunaan Narkotika.
Langkah ini diambil sebagai upaya “bersih-bersih internal” agar pihak kepolisian memiliki legitimasi moral yang kuat sebelum menindak masyarakat. Kapolres menegaskan bahwa polisi seharusnya menjadi teladan bagi publik, bukan justru menjadi bagian dari masalah hukum.
Berikut adalah poin-poin utama dari instruksi tegas tersebut:
-
Sanksi Tanpa Ampun: Kapolres menegaskan tidak akan ada ruang perlindungan bagi anggota yang terbukti melanggar. Sanksi mulai dari hukuman disiplin, kode etik, hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) siap menanti para pelanggar.
-
Pengawasan Melekat: Tim Propam Polres Bulukumba diperintahkan untuk melakukan pengawasan rutin dan mendadak, termasuk pemeriksaan ponsel (HP) dan tes urin secara berkala kepada anggota.
-
Dampak Merusak: Kapolres mengingatkan bahwa keterlibatan dalam judi online dan narkoba tidak hanya menghancurkan karier pribadi, tetapi juga merusak ekonomi keluarga dan citra institusi Polri di mata masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa personel Polres Bulukumba benar-benar bersih. Bagaimana kita bisa menindak pelanggar di luar jika di dalam rumah kita sendiri masih ada yang bermain-main dengan hukum?” tegas AKBP Andi Erma Suryono.
Instruksi ini menjadi sinyal kuat bahwa Polres Bulukumba tidak main-main dalam mendukung program pemerintah untuk memberantas penyakit masyarakat yang kian meresahkan.















