YERUSALEM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan telah mengajukan permohonan pengampunan terkait tuduhan korupsi yang sedang dihadapinya di pengadilan. Ia menggunakan argumen bahwa kasus yang sudah berlarut-larut tersebut telah menyebabkan perpecahan yang mendalam di Israel.
Alasan Permintaan Pengampunan
Netanyahu, yang diadili atas serangkaian tuduhan korupsi, menyampaikan bahwa proses hukum yang berjalan telah terlalu lama dan memicu konflik internal di negaranya:
-
Proses yang Panjang: “Persidangan dalam kasus saya telah berlangsung selama hampir enam tahun, dan diperkirakan akan terus berlanjut selama bertahun-tahun,” kata Netanyahu.
-
Memicu Perpecahan: Ia menuding bahwa kelanjutan persidangan tersebut “mencabik-cabik kita dari dalam, menimbulkan perpecahan yang sengit, mengintensifkan perpecahan” di Israel.
-
Tujuan Akhir: Meskipun meminta pengampunan, Netanyahu menyatakan bahwa ia sebenarnya ingin melihat proses ini berakhir dengan pembebasan dirinya dari tuduhan.
Ringkasan Tuduhan Korupsi
Kasus-kasus yang menimpa Netanyahu, dan juga menyeret istrinya, Sara, meliputi beberapa dakwaan:
-
Penerimaan Barang Mewah: Netanyahu dan Sara dituduh menerima barang-barang mewah dari miliarder, seperti cerutu, perhiasan, dan sampanye, yang nilainya mencapai lebih dari USD $260.000. Barang-barang ini diduga diberikan sebagai imbalan atas bantuan politik.
-
Negosiasi Liputan Media: Ia juga dituduh berusaha menegosiasikan liputan berita yang lebih menguntungkan dari dua media Israel dalam dua kasus terpisah lainnya.
Para pendukung Netanyahu seringkali menganggap persidangan ini bermotif politik. Permintaan pengampunan ini juga pernah diserukan oleh tokoh internasional seperti Donald Trump.















